Anggota Sanggar Komunitas Penulis Muda Tebuireng(KEPOEDANG) dan aktif di Tebuireng Media Group serta wartawan NU Online Koresponden Pesantren Tebuireng
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 November 2014
Indonesia-Maroko, Jauh di Mata, Dekat di Hati
Minggu, 16 November 2014
Islam yang Kafir dan Kafir yang Islam
Secarah
Komplek, islam mengatur kehidupan menusia. Mulai dari hal yang paling sederhana
seperti kebersihan, makan, minum, sampai hal-hal yang besar seperti pernikahan,
perceraian, pelanggaran HAM, toleransi, dan mekanisme berkomunikasi secara
vertical dan horizontal. Islam mengajarkan manusia bergaul dengan sesama,
lingkungan, dan alam. Islam yang dibawa sang Nabi Besar menyerukan untuk
menyebar cinta bukan menanam benci, menstimulus keseimbangan dan stabilitas kehidupan
di dunia. Bukan benar begitu?Jihad Ideal
Dewasa ini atas
nama jihad digaungkan di penjuru dunia. Bendera-bendera bertuliskan asma Tuhan
dan kesaksian atas kerasulan Muhammad dikibarkan di beberapa aksi demonstrasi
dan pertempuran antar kelompok, etnis, sekte dalam islam. Baru-baru ini di Irak
dan Suriah didirikan kelompok oposisi ISIS dengan mengaku sebagai garda sunni
untuk membumi hanguskan pemerintahan Syiah. Di Pakistan dab Afganistan juga
masih berpolemik dengan konflik berkedok jihad islam berkepanjangan sejak era
perang dunia. Minggu ini, gempar lagi pemberitaan tentang Pelestina yang
digempur Israel habis-habisan.
Jihad selalu
dibawa pada arti saling membunuh, berperang, konflik, dan justifikasi buta atas
salah dan benar secara radikal. Hal itu sama sekali jauh dari kebenaran dan
realitas. Arti kata islam sendiri berarti kedamaian dan semua usaha dan uapaya
kita sewajarnya diarahkan kepada penciptaan kedamaian sertra harmoni di antara
kita dalam konteks komunitas dan masyarakat secara menyeluruh.
Dalam al-Qur’an
terdapat dua tipe dalam penyebutan jihad, yang pertama jihad fi sabilillah dan
kedua jihad fi Allah. Yang pertama berarti berjuang di jalan Allah, yaitu
memerangi musuh kebenaran dan berjuang keras membela agama ini. Yang kedua,
berarti berjuang demi Allah, memiliki nilai rohani dan spiritual yang lebih
dalam dan meluas. Segala apa yang bisa dikerjakan untuk diri sendiri maupun
sesamanya demi mendapatkan keridhaan, mendekatan diri pada-Nya dengan segala penuh
rasa pengabdian.
Langganan:
Postingan (Atom)
