Tampilkan postingan dengan label Hard News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hard News. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 November 2014

PKPT IPNU-IPPNU Pertama di Jombang Resmi Dilantik



abrorsanggarkepoedang.blogspot.com – Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdhotul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Hasyim Asy’ari kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang resmi dilantik di Pesantren Tebuireng,  Kamis (27/03).
Pelantikan PKPT Tebuireng ini adalah kali pertama yang diadakan Perguruan Tinggi di Kabupaten Jombang. Diharapkan PKPT akan menjadi langkah awal pengaruh NU di Perguruan Tinggi di Indonesia.
Menurut ketua PKPT Hasyim Asy’ary terlantik, Imam Masyhudi, PKPT pertama ini akan dibawa pada gerakan pertahanan faham Ahlusunnah Wal Jama’ah dilingkungan Tebuireng khususnya di lingkungan UNHASY dan MAHAD ALY. Selain itu Masyhudi juga menyatakan tekatnya akan menyusun program PKPT yang bermanfaat bagi kemajuan intelektual mahasiswa dan berkesinambungan dengan program ke-pelajar-an PBNU. Disela-sela sambutannya ketua yang
Juga adalah mahasiswa unhasy itu memberikan semangat kepada para pengurus dengan slogan yg diusung IPNU-IPPNU dari masa ke masa ”Belajar, berjuang, dan bertakwa.”
Turut hadir Sekretaris PCNU kab Jombang, Gus Muslimin, menyampaikan turut berbangga dengan terbentuknya PKPT Hasyim Asy’ary dan siap mengawal jalanannya pelaksaan program dan berusaha menfalitasinya. Dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa PCNU Kabupaten Jombang akan mendirikan PKPT lain dibeberapa Perguruan Tinggi di Jombang.
Hadir dalam pelantikan sebagai Ketua MWCNU, Gus Fahmi yang juga sebagai salah satu dewan pembina PKPT Hasyim Asy’ary menyampaikan apresiasi tinggi. Bahkan beliau siap membina PKPT HA menuju kemajuan dan pengembangan demi usaha mempertahankan eksistensi islam NU ahlusunnah wal jama’ah. (ABR/tbi.org)

Dimuat di tebuireng.org tanggal 27 Maret 2014

Tebuireng Rumah Toleransi

Tampak dari kiri Prof. Philips Buckley, Pdt. Simon Flantopa, Aan Anshori, dan Akhol Firdaus sebagai pembicara dalam diskusi Masa Depan Toleransi di Indonesia, Ahad (02/3/2014).
abrorsanggarkepoedang.blogspot.com – Pusat Kajian Pesantren dan Demokrasi(PKPD) Pondok Pesantren Tebuireng kembali mengadakan diskusi berbobot berskala international, Ahad (2/3/2014). Diskusi bertajuk “Masa Depan Toleransi di Indonesia dan bedah buku Pledoi Tajul Muluk” yang diadakan di Gedung Yusuf Hasyim lantai 2 sebagai bentuk kepedulian Tebuireng kepada masa depan toleransi di Indonesia.
Diskusi ini menghadirkan beberapa narasumber berbobot, yaitu Prof. Philips Buckley ahli multikulturalisme McGill University Canada, Akhol Firdaus editor buku “Quod Revelatum?” Pledoi Ust Tajul Muluk, dan Pdt. Simon Flantopa tokoh lintas agama Jawa Timur. Selain itu dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan mulai dari santri Tebuireng, Mahasiswa, tokoh Gusdurian Jombang, tokoh lintas agama dan beberapa pendeta. Dengan di moderatori oleh Kordinator Gusdurian Jawa Timur terkemuka Aan Anshory, acara ini berjalan menarik.

Tebuireng Selenggarakan Bahtsul Masail Se-Jatim

Salah satu peserta bahsul masail sedang mencari rujukan dalam kitab kuning.
abrorsanggarkepoedang.blogspot.com--Pesantren Tebuireng menyelenggarakan Bahtsul Masail dengan mengundang para santri dari berbagai pesantren di Jawa Timur, Kamis (20/2/2014). Aktifitas intelektual seperti ini penting diselenggarakan secara massal di Pesantren maupun masyarakat guna menjawab berbagai permasalahan social dalam kehidupan.
Acara ini diikuti oleh puluhan pesantren yang tersebar didaerah Jawa Timur, seperti Lirboyo, Sidogiri, Ploso, Paiton, Pacol Gowang dan lain sebagainya.
Sambutan selanjutnya disampaikan langsung oleh Rektor Ma’had Aly Hasyim Asy’ari KH.Nur Hanan, Lc, M.Pdiyang mewalikili civitas Tebuireng sekaligus perwakilan dari Gus Sholah yang saat itu tidak bisa hadir karena ada pertemuan dengan para sejarawan guna membahas Museum Nusantara KH. Hasyim Asy’ari di Jakarta.

Boleh Sholat Pakek Masker

abrorsanggarkepoedang.blogspot.com--Jombang, Sholat Jum’at hari ini, 14 Pebruari 2014 nampak berbeda dari sholat jumat pada biasanya. Pasalnya Jumat kali ini para jamaah sholat dikabupaten Kediri dan sekitarnya was-was dengan abu vulkanik letusan Gunung Kelud yang beterbangan.
Dampak abu vulkanik letusan gunung kelud kediri jawa timur, tidak hanya menimpa aktivitas perokomian warga, tapi juga dirasakan oleh para santri.
Tak terkecuali santri pondok pesantren tebuireng. Kegiatan ibadah juga sempat terganggu akibat bertebarannya abu vulkanik di lingkungan pesantren.